Halaman

Selasa, 03 Juli 2012

Sejarah Peradaban Islam Di Spanyol


ISLAM DI SPANYOL


A. Latar Belakang Islam Di Spanyol
          Berakhir priode klasik islam,atau ketika islam mengalami kemunduran,bangsa eropa bangkit dari keterpurukannya, kebangkitan itu bukan di bidang politik saja tapi sudah mengarah pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, bahkan kehadiran ilmu pengetahuan dan teknologi itu membuat negara dan politik mereka maju. Kemajuan eropa ini tidak bisa di lepaskan dari pengaruh islam di spanyol. Keberadaan island di spanyol membuat mereka orang-orang eropa banyak menimba ilmu di sana. Ketika priode klasik islam sangat maju dan berkembang di bidang ilmu pengetahuan dan peradaban, spanyol merupakan kota peradaban islam terpesat yang menyaingi baghdat di timur. Ketika itu,orang-orang eropa banyak belajar ke sana dan masuk di perguan tingngi islam di sana.[1]
            Penaklukan spanyol oleh bangsa arab merupakan babak sejarah mereka yang cemerlang.ia membicarakan keterampilan militer bangsa arab.yang berikut ini adalah sebab-sebab yang mengakibatkan penaklukan jazirah itu.

B.Sebab-Sebab Penaklukan
Spanyol di duduki umat islam pada tahun 705-715 M pada masa pemerintahan Kholifah AL-Walid, salah seorang kholifah Bani Umaiyah yang berpusat di Damaskus. Orang-orang islam sedang memperluas kekuasaannya kemana-mana. Mereka  menaklukan Afrika Utara yang di pisahkan dari Spanyol hanya oleh sebuah selat. Oleh karena itu, wajarlah mereka dapat menaklukan jazirah itu. Lagi pula,penaklukan oleh orang-orang islam, keadaan social, politik dan ekonomi Spanyol menyedihkan, dan kejahatan sudah lama berkecamuk.


Ketidaktoleranan agama dari pada penguasa Got membuka jalan bagi penakluakan Spanyol oleh orang-orang islam. Mereka tidak bias bersikap toleran terhadap Negara lain kecuali Kristen.
Di Spanyol   banyak penduduk Yahudi. Mereka sangat tertekan oleh raja-raja, kepala-kepala suku, bangsawan-bangsawan dan pendeta-pendeta Got. Mereka berusaha  untuk mengangkat senjata, tetapi mereka di jadikan budak-budak Kristen.Provinsi Saraten di slatan Giblaltar di angngab sebagai surga keamanan dan banyak orsng Spanyol pergi ke Afrika Muslim sebagai tempat berlindung oleh karena itu wajarlah pada pemerintahan pertama Got itu jatuh dan orang-orang Spanyol itu tentu saja bergabung dengan orang-orang islam yang telah memperoleh reputasi bagi pemerintahan yang lebih baik dan persaudaraan yang universal. Ketika orang-orang islam menyerbu Spanyol, orang-orang ini mendukung mereka.
            Keadaan social Spanyol merupakan suatu jalan pembuka jalan bagi penaklukan Spanyol oleh orang-orang islam. Struktur socialnya berada dalam keadaan yang menyedihkan. Bangsa itu terbagi kedalam dua kelas. Kelas bangsawan merupakan kelas yang di istimewakan dan di kecualikan dari pembayaran pajak. Kelas yang lebih rendah,  yaitu mayoritas penduduk yang jumlahnya sangat besar, di biarkan hidup berantakan dan sengsara yang sangat parah. Keadaan negri atau penduduknya belum pernah begitu buruk dan salah urus seperti di bawah kekuasaan raja Gotik yang menindas itu. Maka masyarakat di liputi kemiskinan, penderitaan, dan ketidak adilan. Dalam keaadaan demikian mereka mencari sang pembebas, dan mereka menemukannya pada orang-orang islam.[2]
            Kemenangan yang di capai umat islam nampak begitu mudah, hal itu tidak dapat di pisahkan dari  faktor external dan dan internal, yang di maksut factor external, yaitu suatu factor yang terdapat di dalam negri Spanyol itu ssendiri. Pada sat penaklukan Spanyol keadan sosial politik, budaya, dan ekonomi negri ini berada dalam keadaan menyedihkan, bersamaa dengan itu penguasa Gotik bersikap tidak toleran terhadap penganut agama, penganut agama yahudi di Spanyol di paksa masuk agama kristiani , yang tidak bersedia akan di beri sangsi pembunuhan secara brutal.
Rakyat di bagi kedalam system kotak atau golongan, sehingga keadan melarat, tertindas dan di ranggut haknya. Dalam situasi itu kaum tertindas menunggu kedatangan  pembebas, yaitu mereka dapat dari orang islam.
Adapun yang di maksut dengan factor internal, yaitu suatu kondisi yang terdapat dari dalam diri penguasa. Tokoh islam dan para prajuri yang terlibat dalam penaklukan Spanyol pada khususnya. Para pimpinan adalah took yang kuat, prajuritnya kompak, bersatu dan penuh prcayadiri. Mereka beerani, bertanggung jawab dan sabar dalam menghadapi setiap persoalan.  Yang paling terpenting adalah ajaran islam yang di ajarkan, rasa hormat, cinta kasih, perdamaian dan peradaban. Sikap toleran agama dan persaudaraan yang dimiliki orang muslim  itu menyebabkan penduduk Spanyol menerima islam atas kehendak mereka sendiri.[3]

C. Penguasa Terkenal
            Keberhasilan yang di capai oleh penguasa islam tidak terlepas dari apa yang di lakukan oleh  penguasa sebelumnya, apa-apa yang di capai oleh penguasa yang berhasil tidak terlepas dari apa yang di lakuakan penguasa sebelumnya, yang membuat keadaan ituterjadi. Di katakana penguasa terkenal, karma dia telah berhasil mmerubah dari satu kehidupan masyarakat yang lama kepada kehidupan yang baru yang penuh dengan segala usaha untuk menggapainya.[4]
            Islam di Spanyol mengalami kejayaan lebih kurang tujuh setengah abad. Pada pemerintahan Bani Umaiyah spanyol belum berkembang karma ada gangguan dari dalam dan dari luar yang dangan hal itu belum sempat membangun peradaban dan kabudayaan. Pada periode sebelumnya islam diSpanyol telah mengalami perkembangan, peradaban dan politik. Ini terjadi pada pemerintahan Abdurrahman I yang memasuki Spanyol pada tahun 138 / 755 M. meskipun demikian, pada masa ini masih banyak penekanan-penekanan dan ancaman yang menyebabkan terusnya berselisih antara kaum Bar-bar dan orang-orang arab.
Kemudian pada masa abdurahman III atau Abd  AL-Nasir kepemimpinannya cukup terkenal dengan kejayaannya, mengap tidak, perkembangan perkembangan islam pada periode perama belum mengalami perkembangan. Namun pada masanya telah berhasil memajukan peradaban islam di bidang ekonomi, poitik, kebudayaan, pembangunan, bukan itu saja namun dia berhasil membuat kedamaian dan kesejahteraan dalam masyarakat. Pada periode pemerintahannya dia menggunakan gelar kholifah, penggunaan gelar kholifah bermula sampainya kabar ketelinganya, bahwasanya kekuasaan Bani Abbas selama 150 tahun tidak ada kholifah. Gelar ini di mulai tahun 929 M. kholifah terbesar pada periode ini ada tiga orang, yaitu Abd AL-Rahman AL-Nasir, Hakam II, dan Hisyam II[5].
            Setelah masa kepemimpinannya jaya,tibalah masa kemundurannya dan kehancurannya, yaitu ketika hisam naik tahta dalam usia 11 tahun. Pada tahun 981 M, kholipah mennjuk Ibn Abi’Amir sebagai pemegang kekuasan mutlak, dia seorang yang ambisius dan berhasil menancapkan kekuasaannya dan melebarkan wilayah kekuasaan islam dengan menyingkirkan rekan-rekan dan saingan-saingannya. Dengan keberhasilannya itu dia mendapat gelar AL-Mansur Billah. Kemudian dia wafat pada tahun 1002 M dan di gantikan oleh anaknya AL-Muzafar yang masih dapat memperthankan kekuasannya, kemudian dia wafat dan di gantikan oleh adiknya yang tidak memiliki pengetahuan tentang pemerintahan. Dalam beberapa tahun saja Negara yang tadinya makmur, berkembang dan sejahtera,dengan sekejap akhirnya hancur total. Kemidian dia mengundurkan diri. Beberapa orang telah mencoba menduduki jabatan ini namun tidak berhadil merobah keadaan yang ada agar menjadi yang lebih baik. Pada periode itu Spanyol telah terpecah menjadi tiga puluh Negara kecil.
            Meskipun Sanyol telah terpecah menjadi tiga puluh Negara kecil,tetapi terdapat satu kekuatan yang dominant, yaitu kekuatan dinasti Marabitun yang di dirikan oleh Yusup , dia di undang oleh orang Spanyol untuk mengatasi permasalahan yang ada di negrinya, yaitu serangan-serangan dari orang-orang Kristen. Kemudian ia dan tentaranya memasuki Spanyol pada tahuan 1086 M dan berhasil mengalahkan pasukan Castilia[6].
 
PENUTUP

1. Kesimpulan
          Masuknya islam ke Spanyol terjadi setelah Afrika Utara berhasil di kalahkan dan di taklukan. Untuk masuk ke Spanyol sejumblah penguasa islam seperti Tarik bin Ziad yang di kenal berhasil dengan pasukannya masuk ke Spanyol, di sana mereka melewaati Selat Giblaltar. Dan juga tentara-tentara Kristen yang menghadang. Namun akhirnya Spanyol juga dapat di taklukan dengan sebab di Spanyol pemerintahan yang cukup keji dan mungkar, bahkan masyarakatnya tidak damai dan terasa terampas haknya. Kemudian ini di jadikan orang muslim untuk menaklukan Spanyol karna masyarakat di sana merindukan kedamaian dan kesejahteraan. Hal ini ada pada umat islam, dengan cara demikian akhirnya orang muslim berhasil mengusai Spanyol dengan peradaban yang baru.

2. Saran
          Keberhasilan yang di capai oleh orang-orang terdahulu, adalah segala daya upaya dan sumbangsih mereka sendiri, hal ini diperkaya dengan kesungguhan mereka. Mungkin ini  dapat di jadikan contoh bagi umat islam untuk memajukan islam ke depannya . betapa semangatnya orang-orang terdahulu dalam menyiarkan islam dan bahkan bukan dalam penyebaran saja tetapi berhasil dalam bidang ilmu pengetahuan, sosial, budaya, politik dan ekonomi.


   




[1] Badriyatim,Sejarah Peradaban Islam,(Jakarta, PT Raja Grapindo persada,2008) hlm 87
[2] Syed Mahmudunnasir,Islam Kosepsi dan Sejarahnya,(Bandung, PT.Remaja Rosdakarya,1994) hlm 283
[3] Badri Yatim, op. cit, hlm 91-93
[4] Yoesoef sou’yb, Kekuasaan Islam di Andalusia, (Jakarta, Madju, 1984), hlm 56
[5] Badri Yatim, op . cit, hlm 93-97
[6] K. Ali, Sejarah Islam, (Jakarta, PT. Raja Grapindo Persada,1997), hlm 301

Tidak ada komentar:

Posting Komentar